MEDAN–Uji publik atau debat kandidat calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Sumatra Utara yang diselenggarakan Kadin Sumatra Utara membicarakan tentang sektor-sektor perekonomian hingga pengembangan kawasan kota baru.
Gatot Pujo Nugroho, salah satu calon Gubernur Sumatra Utara debat kandidat menyampaikan bahwa kawasan Bandara Kuala Namu merupakan wilayah strategi untuk dijadikan kota baru di Provinsi Sumatra Utara.
“Selain akan bersinergi dengan Kota Medan, proses pengadaan lahan dinilai lebih mudah. Pemerintah dapat menekan biaya pengadaan lahan kota baru, karena hampir sebagian besar lahan di kawasan Bandara Kuala Namu merupakan lahan eks HGU PTPN II,” kata Gatot, Senin (25/2/2013) malam.
Menurut Gatot, jarak kawasan itu (Bandara Kuala Namu) relatif dekat dengan Kota Medan sebagai ibukota Provinsi Sumatra Utara dan Pelabuhan Belawan.
“Jika kawasan Bandara Kuala Namu dijadikan kota baru, saya yakin keberadaan kota baru akan mudah bersinergi dengan pusat pemerintahan di Medan,” ujarnya.
Proses pelepasan lahan juga akan mudah berkoordinasi dengan Menteri BUMN selaku pemegang kewenangan eks HGU PTPN II.
Keberadaan kota baru, kata Gatot, juga akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, tidak hanya di kabupaten kota yang berbatasan dengan Deli Serdang, seperti Serdang Bedagai (Sergai) dan Karo, namun juga daerah lainnya.
“Kami yakini, pemekaran kota atau pembentukan kota baru akan memacu daya saing Sumut dalam berbagai bidang. Ini sejalan dengan visi misi pasangan GanTeng,” kata Gatot.
Tomy Wistan, Ketua DPD REI Sumatra Utara mengatakan, impian kota baru masih sangat jauh terwujud, yakni pengadaan lahan dan pembebasan lahan juga masih sangat sulit.(k14/yop)
